peluang usaha

Senin, 08 Juli 2013

Peribahasa 2

1. Air beriak tanda tak dalam.
Mengandung arti: Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.
2. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
Mengandung arti: Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.
3. Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.
Mengandung arti: Sepandai apapun manusia itu, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.
4. Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang.
Mengandung arti: Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, justru orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.
5. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Mengandung arti: Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang pernah dilakukan.
6. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga.
Mengandung arti: Meskipun hidup dalam kemewahan  tetapi terkekang, hati pasti tetap merasa tersiksa juga.
7. Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang.
Mengandung arti: Hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu saat sedang susah.
8. Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Mengandung arti: Kalah atau menang sama-sama menderita.
9. Ada padang ada belalang, ada air ada pula ikan.
Mengandung arti: Dimana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
10. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh.
Mengandung arti: Seiya sekata dalam semua keadaan.
11. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.
Mengandung arti: Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.
12. Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya.
Mengandung arti: Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.
13. Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
Mengandung arti: Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.
14. Jika kesusahan sudah memuncak, seadanya pertolongan sudah dekat.
Mengandung arti: Segala sesuatu pasti ada batasnya, maka bersabarlah menghadapi cobaan.
15. Mencari umbut dalam batu.
Mengandung arti: Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
16. Ada nyawa ada rezeki.
Mengandung arti: Selama masih hidup maka seseorang akan tetap mendapat rezeki.
17. Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang.
Mengandung arti: Bila sedang berhadapan bermulut manis, tetapi bila berbelakang… lain perkataannya.
18. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.
Mengandung arti: Setiap perbuatan jahat pasti ada balasannya.
19. Adakah air dalam tong itu berkocak, melainkan air yang setengah tong itu juga yang berkocak.
Mengandung arti: Orang yang pandai, tidak akan sombong… hanya orang yang bodoh jua yang mau berbuat demikian.
20. Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh?
Mengandung arti: Adakah dari mulut orang yang baik keluar perkataan-perkataan yang keji?
21. Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan.
Mengandung arti: Tabiat yang turun temurun, sukar sekali mengubahnya.
22. Ayam bertelur di atas padai mati kelaparan.
Mengandung arti: Orang yang bersuamikan/beristrikan orang kaya namun hidupnya tetap susah juga. Orang yang menderita di tempat yang berkelimpahan.
23. Ayam hitam terbang malam.
Mengandung arti: Perkara/ persoalan yang gelap, sukar sekali ditelusuri dan diperoleh keterangan.
24. Ayam putih terbang siang.
Mengandung arti: Perkara/ persoalan yang sudah jelas bukti-buktinya.
25. Badak makan anaknya.
Mengandung arti: Laki-laki yang merusakkan anaknya sendiri. membuat aib terhadap keluarga sendiri.
26. Bagai air di daun talas.
Mengandung arti: Ketidakcocokan antara dua orang, seperti air yang ditaruh diatas daun talas akan terpisah.
27. Bagai aur di atas bukit.
Mengandung arti: Sukar disembunyikan oleh sebab mudah sekali dilihat orang.
28. Bagai ayam bertelur di padi.
Mengandung arti: Seseorang yang menyenangi hidup senang dan mewah.
29. Bagai bara dalam sekam.
Mengandung arti: Perbuatan jahat yang tak tampak.
30. Bagai bulan kesiangan.
Mengandung arti: Paras rupa yang pucat (karena sakit ataupun patah hati).
31. Bagai dirilis dengan sembilu.
Mengandung arti: Suasana hati yang sangat pedih/ sakit hati teramat sangat.
32. Bagai hujan jatuh ke pasir.
Mengandung arti: Nasihat yang diberi tidak berbekas. Tidak ada guna berbuat baik kepada orang jahat.
33. Bagai kacang lupa akan kulitnya.
Mengandung arti: Seseorang yang lupa akan asal-usulnya. Terutama seseorang yang berasal dari desa dan pergi ke kota, menjadi kaya atau memiliki jabatan tinggi, dan lupa daratan
34. Bagai kambing di hela ke air.
Mengandung arti: Orang yang sangat enggan melaksanakan pekerjaan yang disuruhkan kepadanya.
35. Bagai katak dalam tempurung.
Mengandung arti: Orang yang wawasannya tidak terlalu luas. Ia tidak tahu situasi lain, selain di sekitar tempatnya berada saja.

36. Bagai Kerakap diatas batu, hidup segan mati tak mau
Mengandung arti: Sangat sengsara; hidup melarat.
37. Bagai kucing tidur dibantal.
Mengandung arti: Sangat sejahtera; tidak takut akan kekurangan (rezeki, makanan, dll).
38. Bagai kuku dengan daging.
Mengandung arti: Selalu bersama-sama, dua orang yang tidak dapat terpisahkan (kekasih, sahabat karib, suami-istri).
39. Bagai makan buah simalakama.
Mengandung arti: Keadaan yang serba salah. Biasanya digunakan untuk orang yang sedang menghadapi dua pilihan dan kedua-duanya akan menyebabkan orang tersebut mengalami hal yang buruk.
40. Bagai membandarkan air ke bukit.
Mengandung arti: Mengerjakan sesuatu yang sulit dikerjakan untuk sia-sia.
41. Bagai mendapat durian runtuh.
Mengandung arti: Mendapatkan sesuatu tanpa disangka-sangka; memperoleh rezeki yang tak disangka.
42. Bagai musang berbulu ayam.
Mengandung arti: Berpura-pura menolong namun niat sebenarnya menjerumuskan.
43. Cacat-cacat cempedak, cacat-cacat nak hendak.
Mengandung arti: Pura-pura saja mencela padahal dalam hati sudah mau sekali.
44. Cadik terkedik, bingung terjual.
Mengandung arti: Orang yang cerdik saja dapat meleset pendapatnya, apalagi orang yang bodoh – mudahlah ditipu orang lain.
45. Calak-calak ganti asah, menunggu tukang belum datang.
Mengandung arti: Sesuatu yang dipakai untuk sementara saja karena sedang menunggu yang lebih baik diperoleh atau tiba.
46. Cerdik perempuan melebuhkan, saudagar muda mengutangkan.
Mengandung arti: Orang bodoh tidak perlu dipertimbangkan perkataannya.
47. Cerdik tak membuang kawan, gemuk tak membuang lemak.
Mengandung arti: Tidak hanya mengingat kepentingan diri sendiri.
48. Coba-coba bertanam mumbang, siapa tahu jadi kelapa.
Mengandung arti: Tetap berusaha walaupun peluang keberhasilan tidaklah besar.
49. Dahulu timah sekarang besi.
Mengandung arti: Seseorang yang harkat martabat dan kedudukannya turun.
50. Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa tahu.
Mengandung arti: Isi hati seseorang tidak dapat ditebak.
51. Dari telaga yang jernih, tak akan mengalir air yang keruh.
Mengandung arti: Orang baik-baik biasanya akan mempunyai keturunan anak yang baik pula.
52. Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah.
Mengandung arti: Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati saja.
53. Daripada hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang.
Mengandung arti: Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati saja.
54. Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu dinegeri sendiri.
Mengandung arti: Bagaimanapun senangnya hidup di negeri orang, masih lebih senang hidup di negeri sendiri.
55. Datang tampak muka, pulang tampak punggung.
Mengandung arti: Harus mengikuti tata krama.
56. Daunnya jatuh melayang, buahnya jatuh ke pangkal.
Mengandung arti: Kalau bukan rezeki maka akan habis begitu saja, tetapi kalau memang rezeki makan akan tinggal terpelihara.
57. Dekat mencari induk, jauh mencari suku.
Mengandung arti: Ketika tempat merantau masih dekat maka yang menjadi saudara adalah orang yang seinduk dengan kita, namun apabila tempat merantau sudah jauh maka orang sesukupun sudah cukup jadi saudara.
58. Diam-diam penggali berkarat, diam-diam ubi berisi.
Mengandung arti: Diamnya orang bodoh tidak ada gunanya, diamnya orang yang pandai karena berfikir.
59. Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan.
Mengandung arti: Perkataan/ nasihat yang baik itu seringlah diulang-ulang supaya terpahami dengan baik.
60. Enggang lalu, atal jatuh, anak raja mati ditimpanya.
Mengandung arti: Orang yang dituduh melakukan suatu kejahatan karena kebetulan berada di tempat kejadian perkara.
61. Esa hilang, dua terbilang.
Mengandung arti: Terus berjuang/ berusaha dengan gigih sampai tercapai tujuan/ cita-cita.
62. Fajar menyingsing, elang menyongsong.
Mengandung arti: Sambutlah hari dengan semangat berusaha/ bekerja yang gigih/ kuat.
63. Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak.
Mengandung arti: Kebenaran seseorang yang jelas ada tidak di bicarakan namun kesalahan yang sangat kecil di besar-besarkan.
64. Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang.
Mengandung arti: Orang meninggal selalu meninggalkan hal-hal yang baik maupun buruk yang selalu diingat orang.
65. Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.
Mengandung arti: Orang-orang besar berkelahi, orang-orang kecil yang menjadi korbannya.
66. Gali lubang, tutup lubang.
Mengandung arti: Mengambil atau mencari hutang baru untuk membayar hutang yang lama.
67. Gayung bersambut, kata berjawab.
Mengandung arti: Tak ada pertanyaan/ persoalan yang tak dapat dijawab oleh orang arif.
68. Guru kencing berdiri, murid kecing berlari.
Mengandung arti: Murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang buruk.
69. Habis adat dengan kerelaan, hilang adat tegal mufakat.
Mengandung arti: Adat lama boleh saja tidak dituruti apabila ada kata sepakat (tegal mufakat).
70. Habis manis sepah dibuang.
Mengandung arti: Sesuatu disimpan pada saat diperlukan saja, dan dibuang jika tidak diperlukan lagi.
71. Hafal kaji karena diulang, pasar jalan karena ditempuh.
Mengandung arti: Semua pekerjaan akan menjadi lancar/ mahir jika selalu dilakukan berulang kali.
72. Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua.
Mengandung arti: Meski jasad manusia sudah tidak berbentuk lagi, jika manusia ini pernah melakukan budi baik maka orang lain pasti masih mengingat budi baiknya itu.
73. Harap pada yang ada, cepas pada yang tidak ada.
Mengandung arti: Orang yang tidak memiliki kesabaran.
74. Harapkan guntur di langit, air di tempayan dicurahkan.
Mengandung arti: Terlalu mengharapkan keuntungan yang belum pasti, yang sudah ada ditangan disia-siakan, akhirnya yang manapun tidak dapat.
75. Hari pagi dikejar-kejar, hari petang dibuang-buang.
Mengandung arti: Selagi waktu masih banyak tidak dimanfaatkan, ketika waktu sudah tinggal sedikit barulah kalang-kabut.


76. Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai
Mengandung arti: Ingin mencapai sesuatu, sayangnya syaratnya untuk itu tidak ada atau tidak dipunyai.
77. Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk.
Mengandung arti: Semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya.
78. Jalan diasak orang menggalas.
Mengandung arti: Adat istiadat kita diubah oleh pendatang/ orang asing.
79. Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasai
Mengandung arti: Orang yang banyak merantau banyak pula pengalaman/ pengetahuannya.
80. Jauh di mata, dekat di hati.
Mengandung arti: Walaupun tidak bertemu karena dipisahkan oleh jarak namun dihati tetap terkenang/ teringat selalu.
81. Jika air orang disauk, ranting orang dipatahm adat orang diturut.
Mengandung arti: Jika berdiam di suatu tempat, hendaklah adat istiadat orang di tempat itu dituruti.
82. Tak ada rotan, akar pun berguna.
Mengandung arti: Bila tak ada sesuatu yang baik, yang kurang baik pun dapat dipergunakan
83. Jika takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai.
Mengandung arti: Jangan takut akan resiko/ bahaya, jangan kerjakan pekerjaan yang sia-sia/ berbahaya.
84. Jinak-jinak merpati, sudah dekat terbanglah dia.
Mengandung arti: Tampaknya mudah untuk didekati, ternyata sukar.
85. Nyamuk mati gatal tak lepas.
Mengandung arti: Orang yang didendami sudah dijatuhi hukuman, namun dendam terhadapnya tidak juga hilang.
86. Ombak yang kecil jangan diabaikan.
Mengandung arti: Jangan memandang enteng atau meremehkan hal-hal yang kecil, karena sering menimbulkan bahaya atau kesukaran di kemudian hari.
87. Ombaknya kedengaran tapi pasirnya belum kelihatan.
Mengandung arti: Keharuman nama seseorang sudah diketahui tapi hasil kerjanya belum lagi tampak.
88. Orang haus diberi air, orang mengantuk disorongkan bantal.
Mengandung arti: Orang yang dalam kesengsaraan, mendapatkan pertolongan.
89. Orang muda menanggung rindu, orang tua menaggung ragam.
Mengandung arti: Menjadi orang tua harus senantiasa sabar.
90. Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah.
Mengandung arti: Pemerintah yang adil akan dipatuhi, pemerintah yang sewenang-wenang akan dilawan.
91. Umur baru setahun jagung, darah baru setampuk pinang.
Mengandung arti: Masih sangat muda dan miskin dalam pengalaman.
92. Untuk sepanjang jalan, malang sekejap mata.
Mengandung arti: Kecelakaan itu dapat saja datang setiap saat, itu sebabnya harus tetap berhati-hati.
93. Untung tak dapati diraih, malang tak dapat ditolak.
Mengandung arti: Kehidupan di depan adalah rahasia Allah, untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka.
94. Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati.
Mengandung arti: Lebih baik berhutangkan  barang daripada termakan budi orang, karena utang budi sukar sekali membayarnya.
95. Yang dijolok tidak dapat, penjolok tinggal diatas. Keuntungan yang diharapkan tidak dapat, modal usaha juga ikut hilang/ habis.
Mengandung arti: Keuntungan yang diharapkan tidak dapat, modal usaha juga ikut hilang/ habis.
96. Yang dikandung berceceran, yang dicari tiada dapat.
Mengandung arti: Yang dimiliki disia-siakan demi menejar sesuatu yang belum pasti diperoleh, akhirnya yang manapun tidak dapat; rugi semua.
97. Yang dipandang rupa, yang dimakan rasa.
Mengandung arti: Maksud yang baik itu hendaklah disampaikan dengan baik pula, karena bila cara penyampaiannya kurang baik maka yang dimaksud sering tidak tercapai.
98. Yang hampa biar terbang, yang bernas biar tinggal.
Mengandung arti: Yang baik/ bagus/ halal biarlah tetap tinggal, yang buruk/ jelek/ haram biarlah pergi.
99. Yang menabur angin, akan menuai badai.
Mengandung arti: Dia yang berbuat, dia pula yang terkena akibat.

100. Yang secupak tak kan jadi segantang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar