peluang usaha

Senin, 08 Juli 2013

Peribahasa 3

·  air beriak tanda tak dalam 
 orang yang banyak bicara biasanya kurang ilmunya.

·  air tenang menghanyutkan 
 >  orang yang pendiam biasanya banyak ilmunya.

·  asam di darat, garam di laut, bertemu di belanga
 > kalau sudah jodoh, walaupun jauh bertempat tinggal pasti bertemu juga.

·  ayam bertelur di padi mati kelaparan 
> orang yang selalu kekurangan, meskipun penghasilannya banyak.

·  air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga 
sifat orang tua pasti menurun pada anaknya.

·  air susu dibalas air tuba 
kebaikan dibalas kejahatan.

·  ada gula ada semut 
 > dimana ada kesenangan di situlah banyak orang datang.

·  bagai air di atas daun talas 
orang yang tidak punya pendirian yang tetap.

·  bagaikan api dengan asap
 persahabatan yang abadi

·  bagai anak ayam kehilangan induk 
> bercerai berai karena kehilangan tumpuan.

·  biarakan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu
 >biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.

·  bagai kebakaran jenggot 
> bingung tak karuan.

·  bagai makan buah simalakama, dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu mati 
melakukn dua pekerjaan yang sama-sama berbahaya.

·  bak pinang dibelah dua
 > sama benar / serupa benar

·  berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi
 >orang belajar haruslah bersungguh-sungguh tidak boleh setengah-setengah.

·  berani karena benar, takut karena salah 
orang yang bersalah senantiasa dalam ketakutan.

·  berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
 > sama-sama menderita dan sama-sama bahagia
.
·  buruk rupa cermin dibelah 
 menyalahkan orang lain meskipun dia sendiri yang bersalah.

·  buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya
sifat seorang anak tidak tidak jauh beda dari orang tuanya.

·  bagai mendapat durian runtuh 
mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka.

·  bumi tak selebar daun kelor 
> bumi tak sempit.

·  cupak sepanjang betung, adat sepanjang jalan
 > hendaklah kita melakukan sesuatu menurut adat dan kebiasaan yang berlaku.

·  cepat kaki , ringan tangan 
> cekatan dan lekas mengerjakan sesuatu.

·  di luar bagai madu, di dalam bagai empedu
 > mulutnya manis tetapi hatinya jahat.

·  dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu 
pikiran orang tidak dapat diketahui.

·  dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung 
dimana kita tinggal, hendaklah menurut adat istiadat di negeri itu.

·  diam seribu bahasa 
> diam sama sekali.

·  duduk sama rendah, berdiri sama tinggi>
 sejajar kedudukannya ( martabat / tingkatannya )

·  esa hilang dua terbilang 
> berusaha harus dengan keras hati sampai maksud tercapai.

·  gajah dipandang karena gadingnya, harimau dipandang karena belangnya
 manusia dipandang dengan segala yang ada pada dirinya.

·  gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah 
> jika terjadi pertengkaran antar orang besar, maka rakyat yang akan menderita.

·  gali lubang tutup lubang 
> membuat hutang baru untuk menutup hutang lama.

·  guru makan berdiri, murid kencing berlari
 dalam segala hal murid akan selalu mencontoh gurunya, jika guru berbuat yang tidak patut maka murid akan berbuat yang jauh lebih buruk.

·  hanya sampai dibibir saja
apa yang dikatakan tidak keluar dari isi hatinya.

·  hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai 
kalau kita ingin kaya hendaklah menabung (berhemat), kalau kita ingin pandai hendaklah rajin belajar.

·  harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama 
>orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedamngkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk.

·  habis manis sepah dibuang
 setelah tidak berguna lagi lalu dibuang tanpa dipedulikan lagi.

·  hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri 
>sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri.

·  ilmu padi makin berisi makin merunduk 
makin banyak pengetahuan makin merendahkan diri.

·  jauh di mata dekat di hati 
sekalipun berjauhan, tapi harus selalu ingat - mengingat.

·  jinak-jinak merpati hendak ditangkap ia pun terbang 
>seorang perempuan yang pura-pura mau tetapi sebenarnya tidak mau
.
·  karena tak kenal, maka tak sayang 
kita harus mengenal terlebih dahulu baru bisa mengetahui baik buruknya
.
·  ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menuruni 
sama-sama senang, sama-sama susah.

·  kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak 
kesalahan orang sedikit saja tampak tetapi kesalah sendiri tidak disadari.
·  kunyah dahulu, baru telan 
pikirkan dahulu sebaik-baiknya, baru dikerjakan.

·  kecil-kecil cabe rawit 
kecil tetapi cerdik (membahayakan).

·  lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya 
> tiap-tiap negeri berlainan adat istiadatnya.

·  lidah tak bertulang 
orang muda mencela orang lain, dengan tidak berpikir terlebih dahulu.

·  lepas dari mulut buaya masuk ke mulut harimau
 > sama - sama berbahaya.

·  lempar batu sembunyi tangan 
melakukan sesuatu tetapi kemudian berdiam diri seolah - olah tidak tahu menahu.

·  layang-layang putus talinya
 > seseorang yang putus harapan sudah tidak berdaya lagi hanya berserah kepada nasib
.
·  mati ikan karena umpan, mati saya karena budi 
> kita bisa celaka karena tingkah laku yang kurang baik.

·  menjilat air ludah 
orang yang tidak mempunyai malu.

·  menyingsingkan lengan baju 
bekerja keras.

·  malu bertanya sesat di jalan 
orang yang malu bertanya kepada orang yang lebih pandai akan merugi.

·  memancing di air keruh 
mencari keuntungan dalam perselisihan orang.

·  menegakkan benang basah 
melakukan pekerjaan yang mustahil dilakukan
.
·  masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak
 menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan.

·  masuk dari kuping kiri, keluar lewat kuping kanan 
tidak mendengarkan nasehat.

·  nasi sama ditanak, kerak sama dimakan 
> sama-sama bekerja dan memungut hasil.

·  nila setitik rusak susu sebelanga 
karena kesalahan yang kecil hilang kebaikan yang telah diperbuat
.
·  orang haus diberi air
 > memberi pertolongan kepada seseorang yang sungguh mengharapkan bantuan.

·  ombak yang kecil jangan diabaikan
 perkara yang kecil yang mungkin mendatangkan bahaya jangan diabaikan.

·  pagar makan tanaman
 > orang yang dipercaya menjaga sesuatu, tetapi ia sendiri yang merusaknya
.
·  patah tumbuh hilang berganti 
suatu jabatan , apabila yang menjabat berhenti, diganti dengan yang baru.

·  pucuk dicinta ulam pun tiba 
yang diperoleh sesuai engan yang diharapkan.

·  rambut sama hitam, hati masing - masing 
> setiap orang mempunyai kesenangan sendiri-sendiri.

·  seperti kuda lepas pingitan 
> orang yang sangat gembira karena lepas dari kungkungan
.
·  senjata makan tuan 
binasa karena tipu daya diri sendiri
.
·  sambil menyelam minum air 
mendapatkan suatu keuntungan , masih dapat mencari keuntungan yang lain.

·  selama hayat dikandung badan
 selama kita masih hidup.

·  si cebol hendak mencapai bulan
 menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai.

·  sekali rengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui 
sekali melakukan pekerjaan beberapa maksud tercapai
.
·  seperti kerbau dicocok hidung
 selalu menurut saja karena kebodohannya.

·  seperti katak dalam tempurung
 > sangat picik pengetahuan/makin kurang luas pandangannya.

·  tidak pasah kena pisau, tak sakit kena alu 
orang yang sangat tabah menghadapi cobaan.

·  tak ada laut yang tak berombak 
tiap-tiap pekerjaan ada resikonya.

·  tak ada gading yang tak retak 
tidak ada sesuatu yang tiada cacatnya.

·  takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah ia
 >jangan tergesa-gesa mengerjakan sesuatu yang telah pasti.

·  udang tak tahu di bungkuknya, orang tak tahu di buruknya
orang buruk yang menyangka dirinya bagus

·  utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati 

>kebaikan orang akan diingan selama-lamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar