Jumat, 19 Juli 2013

Sistem Rem (Brake System)

Assalamu alaikum wr.wb.
Kali ini saya akan membahas tentang Sistem Rem (Brake System)
10513rem1.jpg
Sistem Rem adalah bagian terpenting dalam sebuah kendaraan yang berguna untuk keselamatan. Karena rem merupakan komponen sebuah kendaraan yang digunakan untuk mengurangi laju kendaraan.
Bayangkan saja jika kita punya mobil yang tidak ada sistem remnya , apa yang terjadi? Mobil akan terus melaju tak bisa berhenti...Alamak! kalo sudah begini cara yang paling efektik untuk menghentikan laju kendaraan tersebut adalah melempar jangkar ke tiang listik pasti mobil langsung berhenti, maaf cara ini tidak di rekomendasikan karena bila di tempat sobat tidak ada tiang listrik, nanti malah nenek nenek di trotoar keseret...wkwkwk biggrin
Maaf, kembali ke topik sistem rem smile


Sistem rem dalam teknik otomotif adalah suatu sistem yang berfungsi untuk :
1. Mengurangi kecepatan kendaraan.
2. Menghentikan kendaraan yang sedang berjalan.
3. Menjaga agar kendaraan tetap berhenti.

Komponen utama dalam sistem rem terdiri dari :
- Pedal rem atau tuas rem. Penguat (booster).
- Silinder master (master cylinder).
- Saluran pengereman atau kabel (lines).
Sistem Rem sendiri di bagi menjadi tiga jenis yaitu :
1. Sistem Rem Mekanik
10513rem2.jpg
Sistem Rem Mekanik ini merupakan Sistem Rem yang paling sederhana dan tidak terlalu banyak memakai komponen. Sistem Rem ini umumnya digunakan untuk kendaraan kecil dan kendaraan lama. Komponen Terpenting dalam Sistem Rem jenis mekanik ini yaitu sepatu rem, tuas dan kawat/seling. Sistem Rem Mekanik lebih mudah dalam perawatan dan perbaikan karena kontruksi yang sederhana. Gerakan dorong dari tuas akan diteruskan ke sepatu rem dengan menggunakan kawat/seling, semakin kuat/panjang tuas bergerak maka semakin kuat Sepatu rem menekan tromol atau lintasan.
2. Sistem Rem Hidrolik
10513rem3.jpg
Sistem Rem Hidrolik merupakan sistem rem yang menggunakan media fluida cair sebagai media penghantar/ penyalur gerakan. Sistem Rem Hidrolik ini sangat rumit dan perlu perawatan yang berkala karena komponen-komponen rawan terhadap kerusakan, apabila terjadi kerusakan/ kebocoran pada selang atau sambungan- sambungan penyalur fluida maka akan menggangu siklus aliran atau kerja dari Sistem Rem hirolik. Komponen terpenting dalam Sistem Rem Hidrolik yaitu Sepatu Rem, Master Cylinder, Actuactor Cylinder, dan Tuas. Sistem Rem Hidrolik ini bekerja yaitu apabila Tuas pedal rem diinjak maka tuas akan meneruskan gerakan ke master Cylinder, didalam Master Cylinder terjadi perubahan dari energi kinetik menjadi tekanan pada minyak rem yang kemudian diteruskan menuju Actuactor Cylinder melewati selang/pipa-pipa tekanan tinggi, setelah tekanan sampai di Actuactor Cylinder kemudian gaya tekan dirubah kembali menjadi gerakan/kinetik oleh Actuactor Cylinder untuk menggerakkan Sepatu rem untuk menekan tromol/ disc supaya terjadi proses pengereman.
3. Sistem Rem Pneumatic
10513rem4.jpg
Sistem Rem Pneumatic merupakan sistem rem yang menggunakan media fluida gas sebagai penghantar/penyalur gerakan. Dalam Sistem ini kontruksi tidak terlalu rumit karena sistem rem hidrolik ini merupakan sistem rem tambahan untuk membantu sistem rem kendaraan. Sistem Rem Hidrolik ini umumnya dipasang pada kendaraan berat dan besar karena membutuhkan daya pengereman yang besar juga. Komponen terpenting dalam sistem Rem ini adalah Kompresor, selang tekanan tinggi, dan Katup pengatur.
Tipe / Jenis Rem di bagi menjadi dua yaitu :
1. Rem Cakram/Piringan (Disc Brake)
10513rem5.jpg
Rem cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram. Rem jenis ini juga digunakan pada kereta api, sepeda motor, sepeda. Pada mobil balap bahan yang digunakan biasanya dari keramik agar lebih tahan terhadap panas yang ditimbulkan selama proses pengereman.
2. Rem Tromol (Drum Brake)
10513rem6.jpg
Rem teromol digunakan pada kendaraan tipe terdahulu, tetapi biasanya juga digunakan untuk rem bagian belakang kendaraan. Rem tromol terdiri dari komponen rumah rem / drum dan kampas rem, cara kerja rem tromol adalah rem bekerja atas dasar gesekan antara sepatu rem dengan drum yang ikut berputar dengan putaran roda kendaraan. Agar gesekan dapat memperlambat kendaraan dengan baik, sepatu rem dibuat dari bahan yang mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Biasanya Rem Tromol di pakai di roda belakang mobil atau truk yang membawa muatan berat.
Sumber : Wikipedia
Kurang lebih cukup sekian pembahasan tentang Sistem Rem, semoga post yang saya buat bisa menambah wawasan sobat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar