peluang usaha

Senin, 29 Juli 2013

Gosip & Fakta : RANTAI KENDUR HAUS BBM


Sering kali motormania mengabaikan kekencangan rantai roda. Padahal, kalo lama dibiarkan malah akan bikin umur pakai rantai jadi pendek atau bisa juga malah membuat baret swing arm. " Lebih parahnya lagi, bisa menyusahkan. Dikarenakan kendur, rantai bisa lolos dari gir belakang. Repot deh," ujar seorang mekanik bengkel umum di Meruya, Jakbar.

Selain itu, diklaim bahwa dengan membiarkan rantai motor dalam keadaan kendor, bisa bikin tuh motor minum bensinnya lebih banyak. Tentu saja kalau hal itu dibandingkan dengan motor yang kekencangan rantainya terjaga. Nah seperti biasa, kalau hanya omongan saja tanpa bukti sudah tentu keabsahannya masih perlu dipertanyakan. Biar gak terus-terusan tanya fenomena rantai kendur bikin boros itu gosip atau fakta, maka sekarang dilakukan pembuktian nih.

TIPS KLUP, KOREK HARIAN SUZUKI SATRIA FU-150 KUAT JALAN JAUH


Sejatinya Suzuki Satria F-150 dibekali kapasitas mesin besar. Tapi, sebagian anak klub yang rajin turing ke luar kota merasa akselerasi dan top speed masih bisa ditingkatin. Tanpa bore up atau stroke up. Cukup kohar atau korek harian tapi power naik namun tetap irit bensin.

Seperti yang biasa dilakukan Saifur Rochman. Dia pebengkel di Jl. Raya Pondok Rajeg, Kampung Cipayung RT 05/05 Kelurahan Tengah, Cibinong. Mekanik road race yang jadi rujukan Cibinong Suzuki Satria Club. Berikut ini diantaranya.

AKIBAT KLEP BOCOR, BUSI CEPAT MATI


Salah satu unsur pemicu busi cepat mati adalah terjadi kebocoran di seputar bibir payung klep. Sehingga komposisi campuran bensin-udara di ruang bakar tak ideal, bahkan sebagian justru malah terbuang keluar.

Pada kondisi ini, akhirnya busi juga yang diserang. Sebab elektroda busi sulit memantik gas bakar. Jadinya busi basah melulu karena campuran bensin yang tidak terbakar itu.


Selain hilang tenaga, motor juga sulit hidup. Kalaupun hidup, karbu sulit diseting langsam lantaran ada gas bakar kembali tertekan ke arah moncong karbu diawal starter. Alhasil gas bakar mentah justru membasahi busi dan komponen sekitarnya.

Nah, untuk memaksimalkan kerja payung klep agar tidak bocor kompresi, komponen satu ini mesti disekir ulang. Atau istilahnya dibikin dudukan alur baru agar payung dan sitting klep enggak rembes waktu gas bakar dimampatkan.

Sekir ulang bisa dan baik dikerjakan sendiri pakai tangan. Supaya hasil kikisan pada payung klep dengan sitting klep alurnya jauh lebih rata. Buat sitting dan payung klep lama bisa langsung pakai pasta amril halus dan digosok selama 5 menit. Tapi, kalau keduanya baru, baiknya gunakan dulu amril kasar.

Resiko Potong dan Ampelas Ring Piston Akibat Korter

Terkadang susah mencari ring piston yang pas. Misalnya karena kondisi yang darurat di jumpai ring piston yang lebih besar. Seperti aplikasi piston oversize 50 dan ring piston oversize 100. Dipastikan ring piston tidak bakal bisa masuk kalau di pasangkan ke dalam silinder.

Memotong ring piston
Solusinya banyak yang memangkas atau mengampelas ring piston. Gap atau ujung ring di ampelas supaya bisa masuk ke lubang boring. Hal itu bisa saja dilakukan kalau sifatnya darurat. Misalnya pas balapan dan tidak dijumpai ukuran ring piston yang pas. Tapi kalau dipakai untuk harian lebih baik bersabarlah sedikit, hingga di dapati ring piston sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

mengampelas ring piston
Metode pengampelasan tersebut tidak presisi. Ring piston jadi satu kesatuan dengan piston. Ring piston berfungsi memadatkan kompresi . Bentuk ring sudah sesuai dengan standarisasi. Kalau dilakukan pengampelasan atau pemotongan akan mengubah dari bentuk ring itu sendiri. Akibat diampelas pasti setiap milimeter berubah seper sekian mikron. Jadi, bentuk ring sudah berubah seperti waktu di pasang. Begitu juga dengan cara memotong ujung ring. 
Karena bentuknya sudah tidak sesuai dengan setandarnya, akan banyak celah sewaktu dipasangkan ke silinder. Sehingga mengakibatkan terjadinya kebocoran kompresi.

Minggu, 21 Juli 2013

NABI MUHAMMAD SAW

Pada waktu umat manusia dalam kegelapan dan suasana jahiliyyah, lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Makkah. Bayi yang dilahirkan bakal membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia. Bapa bayi tersebut bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran bayi itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka'abah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah wujud sebelumnya.

NABI ISA AS

Seorang lagi Nabi Allah yang diceritakan dari kecil di dalam al-Qur'an ialah Isa. Baginda diutus kepada kaum Bani Israil dengan kitab Injil yang diturunkan sebelum al-Qur'an.

Di dalam al-Qur'an, Nabi Isa disebut dengan empat panggilan iaitu Isa,Isa putera Mariam, putera Mariam, dan al-Masih.
Ibunya seorang yang sangat dimuliakan Allah. Dia memilihnya di atas semua perempuan di semua alam. Firman-Nya, "Dan ketika malaikat-malaikat berkata, 'Wahai Mariam, Allah memilih kamu, dan membersihkan kamu, dan Dia memilih kamu di atas semua perempuan di semua alam'" (3:42).
Mariam, ibu Nabi Isa, telah menempuh satu ujian yang amat berat daripada Allah. Dia dipilih untuk melahirkan seorang Nabi dengan tanpa disentuh oleh seseorang lelaki. Dia adalah seorang perempuan yang suci.

NABI ZAKARIA AS & NABI YAHYA AS

Nabi Zakaria, ayahnya Nabi Yahya sedar dan mengetahui bahawa anggota-anggota keluarganya, saudara-saudaranya, sepupu-sepupunya dan anak-anak saudaranya adalah orang-orang jahat Bani Israil yang tidak segan-segan melanggar hukum-hukum agama dan berbuat maksiat, disebabkan iman dan rasa keagamaan mereka belum meresap betul didalam hati mereka, sehingga dengan mudah mereka tergoda dan terjerumus ke dalam lembah kemungkaran dan kemaksiatan. Ia khuatir bila ajalnya tiba dan meninggalkan mereka tanpa seorang waris yang dapat melanjutkan pimpinannya atas kaumnya, bahawa mereka akan makin rusak dan makin berani melakukan kejahatan dan kemaksiatan bahkan ada kemungkinan mereka mengadakan perubahan-perubahan di dalam kitab suci Taurat dan menyalah-gunakan hukum-hukum agama.